Shukurali Pulatov Jalani Ramadhan Pertama Di Indonesia
Kabar Perusahaan, News Update | 7 Mei 2019

Padang – Bermain di Liga 1 2019, tentunya membuat para pemain sepak bola asing yang beragama Islam dan baru pertama kali merumput harus menjalani puasa perdana mereka di Indonesia. Hal itu juga yang dirasakan oleh legiun asing yang membela Semen Padang FC asal Uzbeskistan, Shukurali Pulatov. Bek yang sebelumnya membela Neftchi Fergana di Superliga Uzbekistan ini, menjadi satu dari beberapa pemain asing muslim di Indonesia.

Pulatov sendiri mengakui meski menjalankan Ramadhan pertama di Indonesia, itu tidak masalah baginya. Ditemui siang ini, Selasa (7/5) di Mess pemain Semen Padang FC, Indarung, Pulatov menyebutkan mayoritas muslim yang ada khususnya di kota Padang hampir sama dengan negaranya Uzbekistan yang juga beragama Islam. Perbedaannya tentunya dari lama waktu menjalankan puasa.

“Hari pertama Ramadhan seperti biasa, saya pikir saya senang berada disini. Saya senang disini karena banyak muslim disini. Semuanya orang baik tentu itu sangat mengesankan untuk saya,” ujarnya.

“Mungkin perbedaan puasa disini dan di Uzbekistan adalah waktu menjalankan ibadah puasa. Disini lebih cepat daripada di Uzbekistan. Di Indonesia terutama Padang, kita mulai puasa jam 04.45 WIB dan berbuka pukul 18.20 WIB itu lebih kurang 12 jam. Sedangkan di Uzbekistan lebih lama, kita mulai berpuasa jam tigaan subuh dan baru berbuka jam delapan malam itu sekitar 17 jam,” sambungnya.

Ditanya mengenai masakan Indonesia untuknya berbuka puasa, Pulatov mengatakan, banyak makanan yang hampir sama juga dengan di Uzbekistan.

“Berbuka kemarin saya dengan bakso. Di Uzbekitan bakso disebut “Dolma”. Selain itu juga nasi goreng (Palov) dan sate (Shashlik). Selain itu saat ini disini saya bersama istri dan keluarga. Jadi saya juga bisa mengkonsumsi masakan Uzbekistan karena istri saya masak,” tambahnya.

“Tapi tidak bisa saya pungkiri juga, masakan Padang yang paling saya suka adalah rendang,” tutupnya.