Sejarah Berdirinya Semen Padang FC (Part 1)
#Kabar Perusahaan,#Liga 2 2020,#Sejarah Semen Padang FC,
Oleh: SPFC Admin, Selasa, 3 Nov 2020

Sejarah – Tim PS Semen Padang atau Galatama Semen Padang atau sekarang lebih dikenal sebagai Semen Padang FC (SPFC), didirikan pada tanggal 30 November 1980. Ide pendirian PS Semen Padang tersebut, dahulunya berasal dari Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) pada waktu itu, Ir. H. Azwar Anas yang juga merupakan mantan Direktur Utama PT. Semen Padang.

Ide ini lahir, ditengah buruknya prestasi sepakbola Sumbar dipentas nasional. Kedatangan pemilik tim Galatama Pardetex (Medan), TD Pardede yang meminta kepada pemerintah daerah Sumbar untuk menjadikan Padang sebagai homabase, juga menjadi salah satu yang melatar belakangi pemikiran untuk memiliki tim yang berlaga dipentas nasional. Antusiasme masyarakat Sumbar waktu itu terhadap sepakbola juga sangat tinggi, yang menjadi alasan Pardetex yang kalah saing dengan PSMS Medan untuk hijrah ke Padang.

Permintaan TD Pardede tersebut langsung ditolak oleh Azwar Anas, dengan alasan karena tim ini bukanlah tim yang memiliki ikatan emosional dengan warga Minang. Ide pendirian klub ini kemudian disampaikan kepada PT Semen Padang. Bak gayung bersambut, ide tersebut langsung disambut baik oleh Direktur Utama PT Semen Padang, Joni Marsinih SE.

Keseriusan dari Managemen PTSP untuk memiliki klub yg bertujuan untuk meningkatkan prestasi sepakbola Indonesia khususnya Sumatera Barat bersama Gubernur Sumbar waktu itu, langsung direalisasikan dengan pendaftaran tim Pra Galatama Semen Padang ke PSSI untuk mengikuti kompetisi Divisi II. Tim perumusan pendirian yg terdiri dari Rustam Gafur, Drs. Suhaimi Irwan, R.E Arlis, Huseini, Jenniwardin, Amril BSc dan Buya Idris langsung bekerja ekstra keras. SK pendirianpun ditanda tangani langsung oleh Joni Marsinih awal November 1980.

Sebagai Manager tim ditunjuk Drs. Rustam Gani dengan wakil Drs. Suhaimi Irwan. Sedangkan pelatih, dipercayakan kepada R.E Arlis dengan dibantu oleh Sofyan Rahim dan Jeniwardin yang merangkap sebagai pemain. Mayoritas pemain yg diambil adalah pemain-pemain dari tim Porsep Padang yg menjuarai kompetisi Divisi I PSP Padang. Selain itu, para pemain PSP Padang seperti, Arief Pribadi, Hendra Pillo juga diikat kontrak. Pemain lokal yang juga lulus dari Diklat Ragunan seperti, Suranto, Ricky Darman, Idrus Ali, Syafrianto Rusli, Asfinal dan Edi Mukni juga tidak luput dari pantuan tim pelatih.

Tim pelatih juga melakukan tour ke daerah-daerah Sumbar untuk mencari pemain-pemain berbakat. Salah satu talenta terbaik yg terjaring adalah Aprius, striker fenomenal dari Batusangkar yg menjadi andalan tim saat kompetisi. PS Semen Padang juga menjaring pemain ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut) seperti Dahlan, Ramlan, Muharman dan Ucok Amin. Selain itu, juga meminjam beberapa pemain dari Galatama Pardetex Medan seperti Suharno, John Lenusa dan Hery Kiswanto.

Pembentukan tim untuk menghadapi divisi 2 Liga Galatama langsung dilakukan secara intensif digenjot selama dua tahun. Dalam masa dua tahun pembentukan tim ini bukan tanpa masalah. Banyak badai permasalahan silih berganti datang. Mulai cemoohan masyarakat yang tidak suka maupun dari internal tim. R.E Arlis sendiri mengundurkan diri sebagai pelatih dan kepempimpinan tim didapuk kepada Adnan Jamil dengan tetap didampingi oleh Jenniwardin dan Sofyan Rahim.

Tim Pardetex Medan dibawah kepemilikan TD Pardede, ikut serta meyakinkan bahwa tim PS Semen Padang akan berjaya nantinya, seiring berjalannya waktu. Tim Galatama Semen Padang juga dibawa ikut serta persiapan tim di Medan dan Pekanbaru. Lawan-lawan sepadan untuk ujicoba juga ditawarkan kepada PS Semen Padang. Selain Pardetex sendiri ada Galatama Arseto, Jakarta. Selain itu juga ada tim lokal seperti Caltex Riau.

Kembali ke Padang, PS Semen Padang menggelar ujicoba dengan tim Divisi Utama Galatama, Galatama Angkasa. Lapangan Imam Bonjol yang waktu itu identik dengan PSP Padang, penuh sesak didatangi penonton yang sebagian besar masih meragukan tim PS Semen Padang yang dianggap tidak sepadan dengan lawannya. Dalam laga tersebut, para penonton, pengamat maupun media massa dibuat terperangah, karena Semen Padang FC berhasil menang dengan skor telak, 5-0.

Barulah setelah itu, tim PS Semen Padang mengikuti kompetisi Divisi II Galatama yang berjalan ditahun 1982.

Bersambung…