Semen Padang Juara

Semen Padang U-21 Miliki Skuad Sementara, Welliansyah Sebut 25 Pemain Belum Aman

PADANG, SPFCID — Semen Padang U-21 yang juga bersiap untuk mengikuti kompetisi nasional U-21 musim 2017 mendatang. Jajaran pelatih dipastikan telah mendapatkan 25 pemain skuad bayangan hasil seleksi yang digelar tertutup selama tiga hari, di pekan lalu.

Pelatih kepala Welliansyah mengatakan proses seleksi pemain berdasarkan data base yang dimiliki jajaran pelatih. Jumlahnya sekitar lebih kurang dari 70 pemain.

Dari jumlah itu akhirnya didapatkan 18 pemain. Digabung dengan 7 pemain lama eks. musim ISC U-21 tahun 2016 lalu, keseluruhannya total berjumlah 25 pemain. Mayoritas adalah pemain muda lokal Sumbar.

5 pemain diantaranya merupakan pilar tim sepakbola Akademi Semen Padang. Mereka adalah Dhandy Hardian, Wiranto, Guntur Rahman Putra, Bimo Andeva dan Nurdian Syahputra.

Diakui Welli, porsi besar diberikan kepada putra daerah Sumbar. Hal itu sejalan dengan komitmen yang didengungkan manajemen pengelola tim, PT. Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) yang bakal intensif menjalankan program menyeluruh dari segala tingkatan level tim, pembinaan berjenjang pembinaan pesepakbola usia muda lokal.

“Kita memang prioritaskan pemain lokal atau putra daerah, dari 26 pemain itu 18 adalah pemain putra daerah Sumbar,” katanya.

Ditambahkannya, untuk liga U-21 nanti hanya akan didaftarkan 23 pemain saja, sehingga akan ada pemain yang akan tereliminasi nantinya.

“Makanya kita tuntut mereka menunjukan kemampuan terbaik, baik dari segi teknis, fisik, dan mental. Hari ini kita sudah mulai masuk program latihan fisik,” tukas Welli.

“Ke-25 pemain ini, kita lanjutkan mengikuti program persiapan umum. Sepanjang persiapan umum, mereka terus dipantau. Buka tutup pemain untuk mendapatkan pemain yang benar-benar mengarungi kompetisi nanti,” tutupnya mantan stopper tangguh Semen Padang era Galatama musim kompetisi 1980-an hingga pertengahan 1990-an itu.

Prestasi Semen Padang U-21, cukup mentereng di level kompetisi nasional. Dua kali keikutsertaan di musim ISL U-21 tahun 2010/11, runner-up dan kampiun ISL U-21 tahun 2014, selalu menjadi capaian tertinggi.

Untuk menghadapi musim 2017 mendatang, tantangan berat mempertahankan prestasi menjadi harapan besar segenap pendukung tim milik perusahaan semen tertua di Asia Tenggara ini. Karenanya persiapan awal jauh-jauh hari digelar demi mempertahankan gelar juara.

“Tantangan kita berat. Mempertahankan lebih sulir dari merebutnya. Apalagi materi pemain tebtu berbeda karena kompetisi punya batasan usia setiap tahunnya. Mudah-mudahan kita bisa melahirkan lagi skuad terbaik guna meneruskan tradisi finalis di kompetisi U-21 ini,” tukas Welliansyah.

Leave a Reply

AYO MERAHKAN GHAS

close-link
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Share This

Share this post with your friends!